Pernahkah anda ketika sedang berjalan di jalan seringkali melihat papan nama toko atau iklan yang salah tulis? Kesalahan ejaan, meskipun terlihat sepele, namun hal itu dapat memberikan kesan tidak profesional
Sebagai warga negara Indonesia dan pengguna bahasa Indonesia, sudah menjadi tanggung jawab bagi kita untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar. Salah satu aspek penting dari baik dan benar suatu bahasa dengan memperhatikan ejaan. Penggunaan ejaan yang benar menjadi salah satu contoh bahwa kita peduli dengan bahasa kita sendiri.
Kali ini kita akan membahas 10 ejaan yang salah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Seperti tulisan kata tidak baku pada suatu papan nama toko atau iklan yang berada di tepi jalan. Berikut penjelasan nya;
1.
Seperti yang bisa dilihat, ini adalah salah satu iklan yang berada di pinggir jalan raya. Disini terdapat kesalahan ejaan berupa kata ''gak'' yang merupakan kata tidak baku dalam KBBI. Seharusnya, kata yang digunakan sesuai dengan KBBI adalah tidak yang memiliki arti penolakan atau pengingkaran dan sebagai nya.
Contoh yang kedua terdapat pada kata-kata di gelas pada suatu produk minuman. Ejaan yang salah terdapat pada kata ''ngadepin'' yang dimana kata tersebut termasuk kata tidak baku. Menurut KBBI, ejaan baku dari kata ''ngadepin'' adalah menghadapi yang berarti menjumpai, mengalami, atau menyambut.
Yang ketiga ada pada iklan dari sebuah minuman. Dimana terdapat sebuah kata yang tidak baku. Kata tersebut adalah ''asik'' yang dimana menurut KBBI kata yang baku adalah ''asyik'' yang berarti senang.
Selanjutnya ada pada spanduk dagangan minuman. Dimana ada kesalahan ejaan pada kata ''the''. kata the merupakan kata dari bahasa Inggris yang merupakan kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu objek yang sudah terdefinisi. Hal ini dapat menimbulkan kesalahan kebingungan pada msyarakat yang melihat spanduk tersebut. Kata yang tepat untuk kesalahan kata tersebut adalah ''teh'' yang berarti suatu minuman dari daun teh.
Kesalahan yang ditemukan selanjutnya ada pada suatu spanduk nama toko kelontong. Seperti yang bisa dilihat, terdapat kesalahan ejaan berupa kata ''rejeki'' dimana kata tersebut adalah kata yang tidak baku. Menurut KBBI, kata yang baku untuk memperbaiki ejaan yang salah di atas adalah ''rezeki'' yang berarti segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan atau suatu pendapatan.
6.
Berikutnya ada pada sebuah spanduk pada suatu warung makan. Dimana terdapat kesalahan ejaan di kata ''ijo''. Seharusnya kata yang tepat untuk ejaan tersebut adalah ''hijau'' yang merupakan suatu warna.
Ejaan yang salah kembali ditemukan pada sebuah spanduk pada warung kaki lima. Dimana kesalahan ejaan ada pada kata ''sate''. Menurut KBBI, kata baku dari sate adalah 'satai'' yang berarti suatu makanan yang terdiri dari irisan-irisan daging yang ditusuk lalu di bakar dengan bumbu kecap atau kacang.
Selanjutnya terdapat pada papan nama di sebuah toko. Terdapat kesalahan ejaan pada kata ''apotik'' yang dimana menurut KBBI seharusnya adalah ''apotek'' yang berarti toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis.
Kesalahan yang ditemukan berikutnya terdapat pada sebuah spanduk di sebauh warung. Dimana terdapat kata yang tidak baku tepatnya pada kata ''seger''. Menurut KBBI, kata yang baku adalah ''segar'' yang berarti berasa nyaman dan ringan.
Yang terakhir ada pada sebuah papan pembayaran e-wallet dimana ada kata yang tidak baku berupa kata ''pake''. Berdasrkan KBBI, kata yang baku adalah ''pakai'' yang memiliki makna mengenakan atau dibubuhi.
Berikut merupakan 10 ejaan yang salah yang ditemukan di lingkugan sekitar. Semoga blog ini menjadi wadah untuk saling belajar dan meningkatkan kemampuan kita dalam berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sehingga kita dapat bersama-sama menjaga kindahan dan kemurnian bahasa kita sendiri.
Post a Comment